Negara Malaysia akan Memulangkan 5 ribu ton ke Negara asal

Negara Malaysia akan Memulangkan 5 ribu ton ke Negara asal

Negara Malaysia akan Memulangkan 5 ribu ton ke Negara asal

By admin 0 Comment May 29, 2019



Negara Malaysia akan Memulangkan 5 ribu ton ke Negara asal

Topikindo.com– Malaysia akan memulangkan sekitar 5.000 ton sampah plastik di dalam 70 kontainer ke 16 negara asal.

“Jika kalian mengirimkan sampah ke Malaysia, kami akan mengirimkannya kembali tanpa ampun,” Kata Yeo Bee Yin selaku Menteri Energi, Teknologi, Sains, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim Malaysia, 28/5)

Mentri Energi kemudian menjelaskan bahwa sampah-sampah itu berasal dari 16 negara besar, di antaranya Amerika Serikat, Jepang, Prancis, Kanada, Australia, Indonesia ,dan Inggris.

Menurut Yeo, warga di negara-negara asal itu mengira sampah mereka akan didaur ulang. Namun ternyata, kebanyakan sampah mereka dibuang ke Malaysia dan dihancurkan menggunakan metode yang merusak alam.

“Kontainer-kontainer itu dibawa secara ilegal ke dalam negara kami di bawah deklarasi palsu dan pelanggaran lainnya yang jelas melanggar hukum lingkungan kami,” ujar Yeo sebagaimana dikutip Topikindo.com

Ia lantas membeberkan bahwa ada salah satu perusahaan di Amerika serikat yang mengekspor 50 ribu ton sampah ke Malaysia dalam dua tahun belakangan.

Yeo pun meminta negara-negara besar itu untuk melakukan kajian ulang atas kebijakan pengolahan limbah mereka sehingga tak harus mengirim sampah ke negara berkembang.

Sebelumnya, Malaysia juga sudah mengirimkan sepuluh kontainer sampah plastik yang sudah terkontaminasi kembali ke Spanyol dan ingrris .

Pernyataan Yeo ini merupakan ancaman keras kedua dari negara di Asia Tenggara yang menjadi korban penimbunan sampah dari kawasan Barat.

Pekan lalu, Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, memerintahkan agar 100 kontainer sampah busuk yang dibuang ke negaranya pada 2013 dan 2014 lalu dikembalikan ke Kanada.
Posting Negara Malaysia akan Memulangkan 5 ribu ton ke Negara asal ditampilkan lebih awal di Topikindo.



Source link

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *